Selasa, 23 Oktober 2012

Jajan Di Kaki Lima

Jajan dan menikmati makanan di kaki lima seringkali lebih menyenangkan daripada jajan dan makan di restoran dan rumah makan terkenal. Disamping harganya yang murah meriah, makanannya juga kadang khas dan lezat dan jarang ditemui di tempat lain. Suasana yang didapat pun lebih santai dengan dinaungi pohon rindang dan langit biru.

Karena namanya yang kaki lima, bisa jadi Anda tidak dapat menikmatinya dengan sesuka hati. Kadangkala, selain kita harus mengetahui "jadual tetap" para pedagang yang membuka dagangannya, kita juga harus bisa mengetahui hari atau jam-jam dimana tidak boleh ada pedagang di sekitar trotoar.

Bandung, yang terkenal dengan wisata kuliner-nya, banyak memiliki pedagang makanan kaki lima di trotoar-trotoar jalan raya. Camilan seperti cilok, cireng, dan kripik lada, makanan kecil, seperti baso tahu, siomay, dan batagor, dan makanan berat seperti nasi timbel dapat dijumpai di sepanjang jalan. Baik itu jalan raya ataupun jalan kompleks yang lumayan ramai.

Karena sifatnya yang terbuka, jajanan dan makanan yang tersaji di jalan raya tentu saja tidak bebas debu. Kita sebagai pembeli, harus bisa cermat dan hati hati dalam memilih makanan yang ditawarkan. Karena sisi kebersihan harus jadi yang utama selain rasa yang lumayan dan harga yang murah meriah tadi. Melalui tips yang didapat dari majalah Plesir (2007), ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini agar perut Anda tidak "memberontak" setelah menyantap makanan dan jajanan dari kaki lima.

  • Perhatikan tempat berjualan, apakah lokasinya cukup bersih dan jauh dari sumber penyakit, seperti tempat pembuangan sampah atau dekat selokan bau.
  • Perhatikan apakah ada lalat beterbangan dan bersliweran, sementara makanan yang disajikan tidak tertuttup dengan baik.
  • Perhatikan cara mencuci piring/mangkuk dan peralatan makan, apakah dengan air yang cukup bersih. Tidak jarang pedagang kaki lima mencuci peralatan makan dengan seember kecil air yang dipakainya terus menerus.
  • Perhatikan juga pedagangnya dan cara menyajikannya. Apakah tangannya selalu bersih dalam meracik makanan. Bila terlihat "dekil" Anda boleh meragukannya.
  • Tanyakanlah harga tiap menu yang disediakan bila harga tidak tercantuk. Tidak jarang jarang pedagang kaki lima mematok harga "spesial" karena Anda terlihat keren karena turun dari mobil atau kendaraan mewah lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar